“… …
Bangkit itu malu,
malu menjadi benalu,
malu karena minta melulu,
bangkit itu tidak ada,
tidak ada kata menyerah,
tidak ada kata putus asa,
bangkit itu aku,
untuk Indonesia ku.”
merupakan penggalan2 bait yang diucapkan Dedi Mizwar (aktor kawakan) dalam pariwara untuk memperingati satu abad kebangkitan nasional. Peringatan satu abad ini menuai pro dan kontra. Permasalahannya bukanlah pada jumlah tahunnya atau bentuk peringatannya, tetapi pada penentuan tonggak yang (dianggap) bersejarah itu.




