“Ayah, tadi bunda beli buah aneh di pasar lama,”
“buah aneh??? buah apa???”
“gak tau, pokoknya aneh, belum pernah lihat, orang yang jual juga diem aja ditanya buah apa ..”
“mana coba lihat buahnya”
“itu dikulkas, dibawah, di kresek hitam.”
begitu gw lihat ….
“ealah … itu sih bukan buah aneh, itu namanya JUWET”
“apa ?? JUWET???”
Percakapan kemarin sore dengan bundanya Azka begitu gw sampai rumah dari pulang bekerja. Buah juwet yang dikira aneh oleh bundanya Azka itu memang tidak banyak orang tahu. Buah yang mirip dengan buah anggur itu memang jarang yang tahu, kalau di Surabaya dan sekitarnya dikenal dengan nama juwet atau duwet.
Buah yang punya nama ilmiah Syzygium cumini ini atau dalam bahasa Indonesianya adalah buah Jamblang merupakan bagian dari suku jambu-jambuan. Bentuk dan warnanya yang mirip buah anggur yang hitam/ungu itu sering dipelesetkan dengan menyebut sebagai “anggur jowo”.
Buah ini kalau sudah matang warnanya ungu kehitaman dan rasanya manis agak asam, sedangkan kalau masih muda warnanya merah muda dan rasanya getir (sepet kata orang jawa) seperti rasa salak yang masih muda.
Cara makannya lebih enak (biasanya) dicampur dengan sedikit garam tanpa perlu dikupas kulitnya, asal sudah dicuci bersih. Lebih enak lagi, buah juwet yang sudah matang itu dicampur sedikit/banyak (sesuai selera) dalam wadah tertutup, lalu dikocok hingga agak lunak dan berkurang sepatnya. Rasanya begitu menggelegar, segar, asam, manis dan asin. Bisa juga ditambah gula sesuai selera masing-masing. Buah yang kaya akan vitamin A dan C selain dimakan segar dapat juga diolah menjadi sari buah (juice), jeli atau minuman anggur.
Selain buahnya yang dimakan, beberapa bagian pohon jamblang atau juwet ini dapat dimanfaatkan, seperti:
- kayu –> sebagai bahan bangunan, kayu bakar.
- kulit kayu –> sebagai zat penyamak (tanin), pewarna (ubar) pada jala, bisa juga untuk menghambat keasaman tuak, bahan obat tradisional.
- daun –> sebagai pakan ternak, bahan obat tradisional.
- bijinya –> sebagai bahan obat tradisonal
- bunga –> dapat dijadikan sebagai pakan lebah madu
selain itu semua pohon juwet ini sering digunakan sebagai wind break atau pohon peredam angin, agar angin yang berhembus berkurang kekuatannya ketika melalui pohon tersebut.
salam,
alexis.
catatan: beberapa keterangan dan gambar disarikan dari oom wikipedia di sini





buah opo, cak…
wernone nggilani ngono…
sampe saiki ga tau mangan….hiiii…gilo…
saknoe sampeyan cak …
kok nggilani sih … wernoe koyo’ anggur, ungu kemerah-merahan, nek mangan sing wis tuwek, wernoe lambe iso berubah ungu pucet heheheheee ….
dikirim nang batam ta?
nang pasar madiun akeh cak.. wingi aku tuku setengah kilo mek 2500 repis.. rasane lambe sepet kabeh…. tapi puas, gak koyok jaman cilik biyen nang lumajang, gawene nyolongi juwet karo jambu darsono….
wakakaka…
pohonnya mana? coz bijinya mulu yang di pajang…..