
Ya, hampir selama 1 minggu kemaren keluarga kami menghabiskan waktu untuk “berlibur”, tepatnya tanggal 10 – 17 November 2008. “Liburan” kami jangan dibayangkan dengan bersenang-senang pergi ke suatu tempat, kami menghabiskannya di rumah sakit.
Anggota keluarga kami, Azka & Berly secara bergantian “terpaksa” harus “pindah tidur” di rumah sakit Mayapada (d/h RS Honoris) Tangerang. Kedua anak kami tersebut terserang sakit muntaber atau diare akut. Kami, orang tuanya pun ikut “liburan” di rumah sakit.
Pertama kali adalah Azka muntah-muntah pada hari senin, tanggal 17 Nov jam 20.00. Setelah digosok minyak telon, dia tidur, tidak lama kemudian sekitar jam 22.00 muntah lagi dan kali ini disertai dengan diare. Saat itu Bundanya sudah mulai cemas, dan gw katakan kita tunggu sampai besok pagi, semoga baikan. Tidak lama kemudian, sekitar jam 22.30 Azka muntah lagi, gw ambil inisiatif kita ke rumah sakit sekarang!
Sesampainya di UGD, dokter jaga mengatakan terkena diare/muntaber tapi belum gawat dan kami putuskan untuk rawat jalan saja sembari menunggu perkembangan sampai keesokan paginya. Ketika menunggu obat yang diresepkan dokter jaga, ternyata Azka muntah + diare lagi, tanpa pikir panjang kita langsung putuskan untuk “pindah tidur” alias dirawat saja malam itu juga.
Azka dapat kamar di kelas 1 di ruang 4004B. Dalam ruangan yang diperuntukkan 2 orang pasien, kami menempatinya sendiri sampai 4 hari kedepan. Hari pertama dirawat, Azka sudah ada kemajuan, sudah tidak muntah lagi, tapi masih sering diare. Nafsu makan menurun. Hari kedua, masih seperti hari pertama, tapi frekuensi diare sudah mulai berkurang. Hari ketiga (hari kamis) dirawat, Azka menunjukkan banyak kemajuan dan seharusnya sudah boleh pulang, tetapi kamis (tgl 13 Nov) paginya Berly, anak kedua kami, mendadak panas dan terpaksa ke dokter, sehingga dokter memutuskan menunda kepulangan Azka, takut adiknya tertular, karena kondisi yang sedang tidak fit. Karena memang, semenjak Azka “pindah tidur”, bunda ngurusi Azka di rumah sakit, Berly di rumah dengan pengasuh & omanya. Tiap hari (pagi, siang, sore, malam) bunda “terpaksa” memerah ASI di ruangan Azka “pindah tidur”. Jadi mungkin, karena tidak steril lagi, bakteri muntaber itu ”ikut” masuk ke ASI nya Berly.
Hari kamis itu, tanggal 13 Nov adalah hari yang seharusnya merupakan hari bahagia, terutama buat Azka, karena hari itu dia genap berusia 2 tahun. Hari itu, kami sebenarnya sudah merencanakannya jauh-jauh hari untuk jalan-jalan ke Sea World – Ancol, sebagai hadiah ulang tahun Azka. Tapi apa mau dikata, sore itu kami ”merayakannya” di kamar 4004. Azka dengan tangan terbalut selang infus meniup lilin kue ulang tahunnya yang kedua. Doa kami, semoga Azka selalu diberi kesehatan dan menjadi anak sholeh dan termasuk orang-orang yang beruntung. Rasa sedih, haru, senang campur aduk jadi satu saat itu.

Hari keempat, Azka sudah mulai “kembali” lagi seperti biasanya, pengennya lari-lari di rumah sakit. Hari itu Azka sudah boleh pulang oleh dokter, karena sudah tidak muntah lagi dan tidak diare lagi. Alhamdulillah itu yang terucap oleh kami. Sekitar jam 14.00 hari Jumat, tanggal 14 Nov, Azka pulang ke rumah.
Sorenya, sekitar jam 17.30 Berly muntah-muntah ditambah diare. Begitu gw sampai rumah, gw telepon dokternya dan setelah konsultasi akhirnya kita putuskan untuk membawa Berly ke rumah sakit untuk “pindah tidur” alias dirawat, karena sejak sore itu sudah 3 kali Berly muntah + diare. Untuk bayi seusia dia yang baru 2 bulan hal tersebut sudah dibilang mengkhawatirkan, apalagi kakaknya baru selesai dirawat. Indikasi tertular pun muncul. Sungguh tidak tega melihat anak kami yang baru berusia 2 bulan itu, tangan mungilnya harus ditusuk jarum dan dipasang selang infus. Malam itu gw yang seharusnya sudah tidur kembali di rumah, “terpaksa” harus kemping lagi di rumah sakit.
Berly menempati kamar yang sama dengan Azka. Suster-suster yang merawat sempat bingung, lho kok bapak-ibu ini kembali lagi tapi dengan anak yang berbeda …???!!!
Berly harus “pindah tidur” sampai 3 hari kemudian. Hari pertama frekuensi muntah sudah mulai berkurang, tetapi diare masih sering, nafsu minum susunya tidak ada perubahan. Hari kedua sudah tidak muntah lagi, tetapi diare masih sering tetapi sudah berkurang dibanding hari sebelumnya. Hari ketiga muntah sudah tidak sama sekali, diare juga sudah jauh berkurang, dan hari itu, hari senin tanggal 17 Nov, dokter sudah memperbolehkan Berly untuk tidur di rumah lagi. Alhamdulillah ya Allah …
Ya Allah, lindungilah selalu anak-anak kami, berilah selalu kesehatan yang berlimpah dan jadikanlah mereka termasuk anak-anak yang sholeh dan sholehah serta masukkanlah mereka kedalam golongan orang-orang yang beruntung, amin …. amin …. amin ….





Semoga semuanya selalu sehat dan dalam lindunganNya. Lucu2 banget si kecil.
=========================
hindradata says:
Thanks ya mas, semoga demikian pula keadaan mas dan keluarga.
Salam kenal dari keluarga kami, terima kasih sudah mampir.
=========================